Harga Kembang Melambung, Tembus Rp200.000

erfan erlin · Senin, 28 Maret 2022 - 16:48:00 WIB
Harga Kembang Melambung, Tembus Rp200.000
Pedagang kembang atau bunga tabur panen. Lonjakan permintaan memgakibatkan harganya naik drastis. (Foto : MPI /erfan erlin)

GUNUNGKIDUL, iNews,id- Harga kembang atau bunga tabur di Kabupaten Gunungkidul melambung. Kenaikan ini dipicu karena tingginya permintaan menjelang bulan Ramadan. Tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat setiap menjelang bulan Ramadan memicu peningkatan permintaan.

Salah seorang pedagang kembang di Pasar Argosari, Tuti mengatakan kenaikan harga sendiri baru terjadi mulai pagi tadi, Senin (28/03/2022).  Di hari biasa, harga bunga tabur hanya Rp50.000 per kilogramnya. Namun Senin ini, harganya sudah berubah menjadi Rp200.000.

"Dari pemasoknya juga sudah mengalami kenaikan," tutur Tuti, Senin.

Tuti menambahkan, sepekan menjelang Ramadan ini permintaan juga tergolong meningkat. Sebab banyak warga yang hendak berziarah ke makam keluarga dan kerabat mereka. Ziarah makam sebelum bulan puasa sejak dulu sudah menjadi tradisi warga Gunungkidul dan daerah lainnya.

"Yang cari bunga biasanya untuk nyekar ke makam atau acara-acara tertentu yang berkaitan dengan tradisi sebelum puasa," ujarnya. 

Karena banyak permintaan maka harganya terus mengalami kenaikan. Sekarang harga bunga tabur telah melonjak menjadi Rp200.000 per kg, atau melonjak 400 persen dari hari biasa.

Selain menjual per kg, dirinya juga bersedia untuk menjual ecer sesuai dengan permintaan pembeli. Mulai dari Rp10.000 hingga nominal lainnya, namun kembang yang didapat tidak sebanyak pada harga normal. 

"Kami jual eceran saja. Yang hanya ingin bunga saja kami layani, kalau yang minta komplit juga bisa," ujarnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh seorang pedagang bunga tabur lainnya, Sri (38). Mahalnya harga kembang dimungkinkan karena permintaan pasar mengalami peningkatan. Sejak awal bulan Ruwah (sebulan sebelum Ramadan)  memang sudah terjadi lonjakan pembelian bunga tabur. 

"Tradisi ruwahan gini banyak yang membutuhkan bunga," ujarnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: