Membaca 5 Puisi Umbu Landu Paranggi, dari Apa Ada Angin di Jakarta hingga Ibunda Tercinta

iNews.id · Selasa, 06 April 2021 - 13:51:00 WIB
Membaca 5 Puisi Umbu Landu Paranggi, dari Apa Ada Angin di Jakarta hingga Ibunda Tercinta
Umbu Landu Paranggi bersama Emha Ainun Nadjib di Bali tahun 2017. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id - Kematian penyair legendaris Umbu Landu Paranggi, menjadi duka bagi dunia sastra Indonesia. Penyair berjuluk Presiden Malioboro meninggal dunia dalam usia 77 tahun di Bali, Selasa (6/4/2021), dini hari.⁣

Umbu lahir di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Agustus 1943. Dia juga dikenal sebagai guru bagi para penyair dan sejumlah sastrawan besar Indonesia. 

Alumnus jurusan Sosiatri, Fisipol UGM ini dikenal sebagai Presiden Malioboro karena banyak bergiat di kawasan Malioboro, Yogyakarta itu pada dasawarsa 70-an bersama Persada Studi Klub (PSK).

Umbu kemudian pulang kampung ke Sumba pada tahun 1975. Tiga tahun kemudian, dia menetap di Bali hingga meninggal. 

Semasa hidupnya, Umbu meraih banyak pencapaian dan pengakuan atas sepak terjangnya sebagai penyair. Salah satunya Penghargaan Seni pada tahun 2019 dari Akademi Jakarta. 

Puisi-puisi karya Umbu banyak berbicara tentang spiritualitas. Puisi-pusinya juga mengungkapkan tentang kampung halamannya Sumba, Yogyakarta, dan Bali.

Berikut lima di antara puisi Umbu Landu Paranggi dari sekian banyak karyanya yang dikutip iNews.id dari berbagai sumber, termasuk dari blog umbulanduparanggi:

1. Apa Ada Angin di Jakarta

Apa Ada Angin di Jakarta

Apa ada angin di Jakarta
Seperti dilepas desa Melati
Apa cintaku bisa lagi cari
Akar bukit Wonosari

Yang diam di dasar jiwaku
Terlontar jauh ke sudut kota
Kenangkanlah jua yang celaka
Orang usiran kota raya

Pulanglah ke desa
Membangun esok hari
Kembali ke huma berhati

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3