Modus Tawarkan Bantuan pada Pengendara Motor, 6 Komplotan Curas Dibekuk Polisi

Kuntadi ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:00:00 WIB
Modus Tawarkan Bantuan pada Pengendara Motor, 6 Komplotan Curas Dibekuk Polisi
Polresta Yogyakarta amankan enam pelaku pencurian dengan kekerasan. (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id – Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan dengan mengamankan enam orang pelaku. Dalam aksinya mereka menawarkan bantuan kepada korban Ganesh Risanghati, namun justru menganiaya dan membawa kabur sepeda motor berikut tas milik korban.

“Ada enam pelaku yang kita amankan dalam perkara curas ini,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombespol Sudjarwoko, di Mapolresta Yoagyakarta, Jumat (14/8/2020).

Para pelaku yang diamankan, RA (26) warga Gunungkidul, DK (23) GKW (22), HSS (46) dan AP (20) warga Kota Yogyakarta satu tersangka lagi FK (36) warga Bantul. Tersangka GKW dan HSS masih memiliki hubungan keluarga sebagai ayah dan anak.

Kasus ini berawal dari laporan korban pada 4 Juli silam. Saat itu korban berjalan sambil menuntun sepeda motor karena ban sepeda motornya bocor. Di sekitar Pojok Beteng Wetan, Yogyakarta salah satu pelaku datang dan menghampiri korban. Dia menawarkan bantuan untuk mencarikan tukang tambal ban, namun korban tidak bersedia.

Ketika berada di Jalan Parangtritis, tepatnya di depan Gedung Krido Bekso Wiromo (KBW) pelaku memepet korban dan menendang sehingga korban terjatuh. Pelaku kemudian menodong dengan senjata tajam. Lantaran tak kuasa melawan, korban merelakan sepeda motor dan tas yang berisi handphone diambil paksa.

“Setelah kasus ini dilaporkan, kita lakukan penyelidikan dan menangkap RA di rumahnya di Gunungkidul,” kata Sudjarwoko.

Dari pemeriksaan yang dilakukan secara intensif, polisi akhirnya mengamankan lima rekan pelaku lainnya. Dalam kasus ini mereka berbagai peran, ada yang mengeksekusi, mencari pembeli sampai dengan penadah hasil curian.

“Kita juga amankan barang bukti sepeda motor korban maupun milik pelaku serta pisau sepanjang 21 centimeter,” katanya.

Handphone milik korban sempat dijual di Jogjatronik. Sedangkan sepeda motornya masih di tangan salah satu pelaku. Uang hasil penjualan dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mabuk.

“Pengakuan mereka uang itu juga untuk mabuk,” katanya.
Atas perbuatannya, empat pelaku RA, DK, GKW dan AP dijerat dengan dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara. Sedangkan HS dan FY sebagai penadah ditetapkan pasal 480 KUHP ancaman 4 tahun penjara.

Editor : Kuntadi Kuntadi