SMKN 2 Depok Sleman Dilaporkan Tarik Pungutan Rp3,5 Juta per Siswa, Ini Komentar Kasek

erfan erlin ยท Rabu, 21 September 2022 - 19:37:00 WIB
 SMKN 2 Depok Sleman Dilaporkan Tarik Pungutan Rp3,5 Juta per Siswa, Ini Komentar Kasek
Kepala ORI Perwakilan DIY Budhi Masturi. (Foto : Ist)

SLEMAN, iNews,id- SMKN 2 Depok Sleman dilaporkan ke Ombudsman RI (ORI) DIY karena dituding telah melakukan pungutan sebesar Rp3,5 juta pe siswa untuk kelas X. Pungutan itu diperuntukkan membiayai sejumlah klasifikasi standar mutu pendidikan sekolah. 

Salah seorang wali murid SMK tersebut berinisial E menuturkan, pungutan itu diketahui berawal saat rapat komite sekolah pada Jumat (16/9/2022) lalu. Dalam rapat tersebut sekolah membutuhkan anggaran senilai Rp5,367 miliar untuk tahun ajaran ini.

Anggaran tersebut lantas dibagi-bagi per angkatan di mana kelas X dibebani sebesar Rp2,63 miliar. Lalu, angkatan kelas XI dibebani Rp1,1 miliar, angkatan kelas XII Rp976,5 juta dan angkatan kelas XIII dikenakan senilai Rp586,8 juta. Angka itu kemudian nanti dibagi perjumlah siswa.

"Nah karena kelas X ada 750 anak maka setiap siswa dibebani Rp3,5 juta. Ini 'sumbangan rasa pungutan',"ujar E, Rabu (21/9/2022) ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dana sebesar Rp5,367 miliar tersebut dibutuhkan membiayai sejumlah klasifikasi standar mutu pendidikan sekolah. Di antaranya untuk standar kompetensi kelulusan, standar isi, proses, penilaian, pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana hingga standar pelayanan. 

Dalam rapat tersebut sebenarnya sudah ada wali murid yang protes dengan 'sumbangan' tersebut karena sifatnya seolah memaksa. Karena dalam Permendikbud Nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah yang diperbolehkan ada sumbangan, namun sifatnya harusnya sukarela. "Tetapi rapat itu tidak ada solusi dengan protes tersebut," ujar dia.

Setelah itu, ada pembagian surat kesanggupan keikhlasan sumbangan komite. Surat tersebut harus sudah diisi dan dikumpulkan pada Senin (19/9/2022) yang lalu. Namun meskipun tenggat waktu sampai Senin, ada sejumlah orang tua yang belum mengumpulkan surat pernyataan keikhlasan sumbangan tersebut. 

Setelah itu, pihak sekolah kemudian meminta kepada wali murid untuk segera mengumpulkan surat kesanggupan tersebut melalui grup WhatsApp wali murid bagi yang belum mengumpulkan paling lambat Rabu (21/9/2022). 

"Di grup, beban angkatan X Rp2,63 miliar seakan coba diplot pembagian nominalnya, menyesuaikan jumlah siswa sebanyak 750 orang. Sehingga setiap anak membayar Rp3,5 juta," ujar dia.

Kemudian di dalam group WA tersebut ada wali murid yang bersedia membayar Rp2 juta dan kekurangannya bulan depan. Namun percakapan dalam group  tersebut seakan mengintimidasi para wali murid, di mana uang yang seharusnya sumbangan justru seolah-olah menjadi pungutan.

E mengaku sempat dirundung di grup percakapan, karena tidak sepakat dengan konsep sumbangan tersebut. Bahkan, sang anak juga kerap ditanyai oleh teman-temannya dengan kalimat 'Bapaknya siapa toh? Oh bapaknya ini ya'. 

"Tindakan ini kayak serangan psikologis bagi sang anak. Dan itu tidak hanya di group wali murid tetapi juga dibagikan ke grup siswa. Ini yang saya tidak terima. Anak itu tugasnya belajar, bukan untuk seperti ini. Ini sudah saya laporkan ke ORI," imbuhnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: