Kebangetan, Anggota DPRD Bantul Ini Tega Tipu Kerabat dan Mantan Gurunya saat SD

erfan erlin ยท Senin, 03 Oktober 2022 - 18:27:00 WIB
Kebangetan, Anggota DPRD Bantul Ini Tega Tipu Kerabat dan Mantan Gurunya saat SD
Wadir Reskrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko didampingi Kasubbid Penmas Polda DIY saat menunjukkan barang bukti kasus penipuan dan penggelapan yang melibatkan anggota DPRD Bantul, ESJ. (Foto: MPI/Yohanes Demo)

BANTUL,iNews.id - Enggar Suryo Jatmiko (ESJ) alias Miko (35) anggota DPRD Bantul asal Partai Gerindra diamankan Polda DIY. Dia diduga melakukan penipuan terhadap tiga orang di antaranya kerabat dan mantan gurunya saat SD. 

Para korban diminta uang puluhan hingga ratusan juta dengan iming-mingi agar anaknya diterima menjadi CPNS ataupun P3K.

Wadireskrimum Polda DIY, Tri Panungko mengakui, tiga orang korban sebelumnya telah mengenal yang bersangkutan. Bahkan para korban ada yang masih memiliki hubungan kerabat, mantan guru Miko saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan satu orang lain juga kenalannya.

"Selain menawarkan bantuan, ternyata ada korban yang sengaja mendatangi pelaku untuk meminta tolong agar bisa diterima menjadi CPNS ataupun P3K,"ujar dia, Senin (3/10/2022).

Rerata korban adalah orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya. Mereka mendatangi tersangka karena berambisi agar anaknya diterima menjadi CPNS ataupun P3K di lingkungan Pemkab Bantul. 

Dia mencontohkan, salah satunya korban yang  merupakan guru tersangka sewaktu sekolah dasar. Karena mengetahui mantan muridnya adalah anggota DPRD, ia meminta agar difasilitasi keinginan anaknya untuk jadi PNS. 

"Nah pelaku menyanggupi akan membantu asalkan mereka menyerahkan sejumlah uang Rp250 juta,"tambah Panungko.

Ketiga korban sudah menyerahkan uangnya meskipun belum sepenuhnya seperti yang diminta pelaku. Sebagai upaya meyakinkan, pelaku lantas membuat kuintansi penerimaan pembayaran.

Seiring waktu, para korban menyadari bahwa anak mereka menjadi korban penipuan, setelah mengetahui anak mereka tak kunjung bekerja sebagai PNS. Sedangkan yang lain pada akhirnya mengetahui bahwa Pemkab Bantul sedang tidak membuka formasi P3K.

"Korban sudah beberapa kali menemui pelaku untuk meminta pengembalian uang yang telah mereka setorkan," kata dia.

Sebelum melapor ke Polda DIY, para korban sudah menemui tersangka untuk meminta klarifikasi dan meminta uang mereka kembali. Namun dari tiga korbannya, hanya satu orang yang uangnya dikembalikan. 

Korban yang berhasil meminta uangnya kembali adalah yang menyerahkan uang kepada tersangka Rp50 juta. Namun uang yang diterimanya dari tersangka baru Rp10 juta sementara sisanya belum ada kejelasan.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: