Kematian Pasien Covid-19 di Bantul Tinggi, Dinkes: Akses Perawatan Medis Terbatas

Antara · Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:04:00 WIB
Kematian Pasien Covid-19 di Bantul Tinggi, Dinkes: Akses Perawatan Medis Terbatas
pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan. (Foto: istimewa)

BANTUL, iNews.id –  Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengklaim tingginya kasus kematian pasien Covid-19 karena akses ke rumah sakit rujukan terbatas. Kasus yang tinggi menjadikan tingkat  keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di atas 93 persen, sehingga sulit untuk mendapatkan perawatan medis. 

“Kematian yang terjadi karena kasusnya banyak, sedangka pasien dengan gejala sedang dan berat tidak mudah mengakses rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo di Bantul, Minggu (1/8/2021). 

Budi mengatakan pasien dengan gejala sedang ke berat harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit rujukan ataupun di fasilitas kesehatan lainnya. Namun yang terjadi hampir semua rumah sakit rujukan dalam kondisi penuh dengan tingkat BOR di atas 93 persen. Akibatnya, banyak yang terlambat mendapatkan perawatan medis, bahkan ada yang meninggal sebelum mendapatkan perawatan. 

Menurutnya, jumlah pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bantul cukup banyak. Setiap hari tim medis harus melakukan triase atau proses penentuan pasien yang mendapatkan prioritas mendapat penanganan lebih dulu di Instalasi gawat Darurat (IGD). 

Di sisi lain, banyak pasien yang saturasi oksigennya memburuk dan turun di angka 60-80. Kondisi BOR di atas 93 persen, menjadikan sulit untuk menampung seluruh pasien.

Editor : Kuntadi Kuntadi

Halaman : 1 2